RANGKA BAJA RINGAN SMARTRUSS






4 (EMPAT) FAKTOR UTAMA PENENTU HARGA TERPASANG:

1. KEMIRINGAN ATAP.
Semakin curam kemiringan atap maka dengan sendirinya akan menambah jumlah luas atap miring.
Kecuali untuk pertimbangan estetika, sebaiknya dihindari kemiringan atap yang terlalu curam karena juga mempersulit kegiatan perawatan (maintenance) di kemudian hari.


Gbr #1: Sudut  kemiringan atap ideal adalah 25 s/d 30 derajat. Di sudut ini, momen chord miring saling meniadakan sehingga penggunaan rangka baja ringan menjadi efisien dan efektif.


*Best Practise: kemiringan atap ideal untuk rumah tropis di Indonesia adalah 25 s/d 30 derajat.



2. BEBAN ATAP.
Beban atap terdiri dari beban mati dan beban hidup.

a) Beban mati: meliputi berat plafon/ceiling, beban penutup atap itu sendiri, beban lampu gantung, kipas angina gantung, AC/ Fan blower tipe ceiling, ataupun pemanas air di atap.

Gbr #2 & #3 : Chandelier (Lampu Gantung) dan AC ceiling harus diperhitungkan sebagai beban mati terpusat. 

b) Beban hidup: meliputi tekanan air hujan, angin dan gaya ekternal lateral lainnya seperti gempa. Bahkan beban tenaga installer pada saat memasang rangka baja ringan ataupun beban orang saat melakukan perawatan (maintenance) di kemudian hari, harus dimasukkan sebagai factor beban hidup atap.


* Best Practise:
a) Desain rumah minimalis yang tidak menampiklan atap di fasade bangunan sebaiknya menggunakan atap yang ringan seperti spandek atau UPVC roof (berat atap +/- 5 kg /m2).
b) Posisi pemanas air, lampu hias gantung (chandelier), kipas angin tipe gantung harus ditentukan sejak dini. Serahkan pemasangan rangka baja ringan anda ke aplikator berpengalaman yang dilengkapi software struktur untuk menghindari kegagalan struktur akibat beban mati terpusat.


3. BENTUK ATAP.
Semakin rumit bentuk atap, tentunya mempersulit masa pengerjaan dan meningkatkan jumlah baja ringan yang akan digunakan.


Gbr #4: Senantiasa hindari bentuak atap yang rumit jika tidak perlu. Semakin banyak jurai dan nok akan mempersulit pemasangan, menaikkan jumlah kebutuhan rangka baja ringan dan fastenernya (skrup, dll) dan tentu meningkatkan risiko bocor.

* Best Practise: hindari bentuk atap yang rumit yang tidak perlu, karena semakin banyak sudut pertemuan yang membutuhkan nok dan talang (valley gutter), maka risiko bocor semakin meningkat. Kecuali dikarenakan alasan estetika, hindarilah bentuk yang tidak perlu. Selain itu pastikan bahwa bentuk atap dapt dinikmati dalam jarak pandang efektif normal manusia (human view on the ground +/- 160 cm di atas tanah).


4. BENTANG ATAP
Semakin lebar bentang atap, maka jumlah rangka banja ringan yang dipakai akan semakin banyak.
Hal ini dikarenakan sifat momen yang bekerja akan semakin berat baik di chord rangka atas maupun chord bawah. Software struktur akan menanggapi bentang lebar, dengan membuat permintaan rangka baja yang lebih tebal, lebih rapat, bahkan di-double boxed ( double kotak) untuk meniadakan puntiran/lendutan batang.
Semua upaya ini berbanding lurus terhadap naiknya harga terpasang rangka baja ringan.

Gbr #5: Bentang yang semakin lebar akan semakin meningkatkan pemakain rangka baja ringan. Kami telah mengerjakan bentang lebar s/d 23m tanpa tiang/tumpuan dengan tipe atap penutup spandek.


*Best Practise: Bentang lebar memang kadang tidak bias dihindari dikarenakan kebutuhan ruang di bawahnya yang tidak mentolerir adanya tiang. Namun perencanaan layout ruang harus dibuat sebaik mungkin supaya bentangan tanpa tiang bisa diminimalisir.



=================================




SPESIFIKASI RANGKA BAJA RINGAN :

YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MEMILIH RANGKA BAJA RINGAN : 

1. M a t e r i a l


a) Material Dasar Baja (Base Metal)
Material terbuat dari Baja bermutu tinggi G550.

Baja G550 adalah Baja dengan kekuatan :

a.1) Kuat tegangan leleh minimum = 550 MPA atau setara 5500kg/cm2

a.2) Kuat  Modulus elastisitas = 2.1 x 10 pangkat 5 MPa

a.3) Kuat Modulus = Geser 8 x 10 pangkat 4 MPa.

WARNING ! : Hanya dengan material yang memiliki kekuatan tersebut diatas (disebut Hi-ten) yang layak diproses untuk menjadi rangka kuda2 baja ringan.


b) Material Pelapis Baja Material .
Menggunakan pelapis tahan karat ZINCALUME setebal 100 gr/m2 atau disebut AZ 100.
Adapun komposisi ZINCALUME (R) adalah :
1. 55% Aluminium (Al)
2.43,5% Seng (Zn)
3.1,5% Silikon (Si)
Gbr #1 : Proses coating CRC dengan zinc, aluminium dan Silikon. 



Gbr #2 : CRC yang sudah dicoating zincalume, siap didistribusikan ke produsen2 rangka baja ringan / spandek roll former.



Sebagai perbandingan untuk anda;
1. ZINCALUME AZ100 (100 gr/m2) adalah 4 kali lebih tahan karat melindungi base metal dibanding yang dilapisi GALVANIZED 275 gr /m2
2. ZINCALUME AZ100 (100 gr/m2) adalah 2,5 kali lebih tahan karat melindungi base metal dibanding GALVALUME 100gr/m2.

Gbr #3 : Zincalume VS Galvanized selama 6 tahun uji terpapar cuaca luar ruang.



Gbr #4 : Penampang Profil Canal C75 & Reng (Topspan).

c) Profil

c.1 Profil C Truss
Tinggi profil : 75 mm
Ketebalan: C75.100 (tebal 1,05 mm TCT) & C75.75 (tebal 0,8 mm TCT)
TCT = Total Coating Thickness = Ketebalan keseluruhan material termasuk lapisan tahan karat.

c.2 Profil Reng

Profil Reng SMARTRUSS(R) adalah TS 40.045
Tinggi profil: 40 mm , Lebar atas: 30 mm, Lebar kaki (kiri dan kanan) masing2: 15mm
Ketebalan: 0,5mm TCT

                                         Gbr #5 : Brand LYSAGHT SMARTRUSS (R} di Canal C75.






Gbr #6 : Reng terpasang di atas lapisan karet second layer. Desain kaki reng terlipat di ujungnya, mencegah robek akibat putaran bibir ulir skrup saat instalasi reng.

Ujung kaki kiri dan kanan dari reng terlipat ke atas agar ujungnya tidak tajam & berfungsi untuk memudahkan pemasangan screw (skrup) reng ke C truss + reng tidak robek saat di-screw.



2. Screw (Skrup)

2.1 Screw Truss

Produk SMARTRUSS(R) selalu menggunakan screw truss 12 - 14 x 20.

12 = diameter screw : 12mm.

14 = jumlah ulir per inci

20 = panjang skrup : 20 mm ( dihitung dari bawah kepala screw sampai dengan ujung tajam).



Gbr #7 : Skrup reng 10-16x16 hot dip galvanized.


2.2 Screw Reng

Produk SMARTRUSS(R) selalu menggunakan screw truss 10 - 16 x 16.

10 = diameter screw : 10mm.

16 = jumlah ulir per inci

16 = panjang skrup : 16 mm



Screw truss dan reng  memiliki spesifikasi kekuatan:

1. Kuat geser rata2 (Shear Strength Average) = 6.8 kN

2. Kuat tarik minimum ( Tensile Strength min.) = 11.9 kN

3. Kuat torsi minimum (Torque Strength min.) = 8.4 kNm




Mengapa Screw harus berlapis tahan karat GALVANIZED ?


Karena setiap screw dibor saat proses fabrikasi rangka baja ringan, bisa dipastikan akan terjadi goresan antara ulir screw dan plat metal C truss atau reng. Goresan inilah yang bisa menjadi sumber patahnya screw karena karat/korosi di kemudian hari.



Untuk melindungi goresan tersebut berkarat, maka screw dilapisi Galvanized yang mengandung Zn (Seng). Seng bersifat lebih reaktif terhadap proses korosi jika dibandingkan dengan baja, sebab secara kimiawi Zn akan melemparkan elektron ke kandungan baja screw sehingga korosi tidak mengrogoti baja. Proses ini justru mengakibatkan Zn berangsur2 akan habis , namun dengan ketebalan Galvanized min.5 micron maka sudah diperhitungkan bahwa screw  bisa bertahan seusia dengan umur bangunan . Proses heroik pengorbanan diri Zn (seng) ini dikenal dengan nama "ZACRIFICIAL PROTECTION", juga dimanfaatkan pada industri kapal untuk melindungi dinding kapal dari korosi air laut.






Gbr #8 : Sacrificial Protection Zinc untuk mengatasi karat di baja.













Gbr #9 : Sacrificial Protection Zinc bisa dipahami dengan melihat diagram proses elektrolisis ini. 













3. Software struktural

Memakai software struktur dengan detail  ketahanan atas gaya lateral kecepatan angin (min. 34 m/detik), beban2 hidup dan beban mati atap (angka pembebanan), kekuatan screw, kombinasi beban, defleksi & gaya aksial. 




Gbr #10 : Proses desain dan estimasi menggunakan software khusus rangka baja ringan.





Gbr #11 : Tampilan gambar output software struktur yang digunakan untuk menghitung pemakaian rangka baja ringan, menghasilkan akurasi gambar yang baik hingga satuan mm.










Beberapa gaya / beban yang diperhitungkandalam software adalah antara lain:
1.Dead Load Top Chord (Beban Mati Batang Atas)

a) Genteng Keramik & Beton = 60 - 75 kg/m2

b) Asbes = 20 kg /m2

c) Metal =  5 - 10 kg/m2

+ variasi beban tambahan seperti; pemanas air, ornamen atap, kipas gantung, lampu gantung, dll



2. Live Load Top Chord (Beban Hidup Batang Atas)

a) Beban hujan = 25 kg/m2

b) Beban terpusat orang + alat = 110 kg

c) Beban angin = 50 kg/m2 = 30m/detik



Gbr #12 : Rangka baja ringan terpasang yang mengikuti  gambar software; memenuhi pembebanan yang dipersyaratkan Peraturan berlaku PPIUG 1983 di Indonesia.




PLANZ senantiasa mendesain dengan min. kecepatan angin 34m/detik (ini 9m/detik lebih kencang daripada standar peraturan yg berlaku di Indonesia PPIUG 1983; yaitu 25m/detik).









3. Dead Load Bottom Chord (Beban Mati Batang Bawah)

Plafon = 20 - 25 kg/m2

+ variasi lampu gantung, kipas angin besar, jika ada.


4. Live Load Bottom Chord (Beban Hidup Batang Bawah)

Beban terpusat orang + alat = 110 kg






Gbr #13 : Tukang dan alat kerja menjadi bagian dari beban hidup atap yang harus diperhitungkan .




















Gbr #14 : Proses pelatihan berkala tenaga pemasang rangka baja ringan PLANZ, teori maupun praktik. Dilaksanakan berkala untuk mengupdated informasi baru dan mengkalibrasi kembali kemampuan tenaga pemasang.

4. Tenaga Pemasang Terlatih dan Tersertifikasi

Pelatihan berjangka untuk tenaga - tenaga pemasang yang diadakan oleh pihak produsen maupun instansi terkait seperti LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi), Dinas PU (Pekerjaan Umum) senantiasa kami ikuti untuk memastikan tenaga pemasang kami tersertifikasi sehingga bisa memberi nilai produk paripurna bagi  pelanggan (*).








Komentar